Aku memilih tidur seandainya bisa
Kadangkala, saat mulai kurebahkan tubuhku diperaduan.
keheningan seringkali menyapaku lewat jendela kamar, membuka beberapa pesan rindu untukmu.
sejenak kulihat kau tersenyum dibalik kolong langit-langit kamarku, mendekat dan semakin dekat, kusentuh wajahmu, shiitt !! lagi dan lagi hanya sisa lamunanku yang tak ujung padam.
yaa.. kamu berhasil mengenalkan dan mengekalkan arti kehilangan, disini. dijantung rindu yang terdalam.

Komentar
Posting Komentar