Kamu Jantung Rinduku
Apa
yang tersirat dalam jantung rinduku? Tersenyum di sudut pipimu yang
lembut dan merah merona. Dan, membiarkan diriku merasuk kebahagiaan yang
menjelma
barisan hari, saat atau kala disampingmu.
Hari itu, detik ini, dan —mungkin, nanti.
Seribu kali aku melangkah pun sejauh kaki berjalan, tak diam membabibuta jejakku menilas ranah penyatuan perasaan dari keterpisahan —jarak
juga kenyataan. Lalu, memerdekakan diri sejenak, bertekuk lutut di hatimu —lagi, satu-satunya.
Entah dimana, dan kapan masanya.
Hanya itu, kuasaku sepertinya.
barisan hari, saat atau kala disampingmu.
Hari itu, detik ini, dan —mungkin, nanti.
Seribu kali aku melangkah pun sejauh kaki berjalan, tak diam membabibuta jejakku menilas ranah penyatuan perasaan dari keterpisahan —jarak
juga kenyataan. Lalu, memerdekakan diri sejenak, bertekuk lutut di hatimu —lagi, satu-satunya.
Entah dimana, dan kapan masanya.
Hanya itu, kuasaku sepertinya.
Komentar
Posting Komentar