INDERA
Mata, milikmu, yang tak akan
punah oleh serangan ketakutan, apalagi ragu
yang menyekap enggan. Terima kasih kepadamu, yang tak letih mengajakku kembali, menengok isi hati kita, sekali lagi.
punah oleh serangan ketakutan, apalagi ragu
yang menyekap enggan. Terima kasih kepadamu, yang tak letih mengajakku kembali, menengok isi hati kita, sekali lagi.
Komentar
Posting Komentar